Bayi malang berkaki empat asal Labuhan Batu yang lahir empat hari lalu tepaksa dirujuk ke RSU Adam Malik Medan,Pasalnya pihak Pemkab Labuhanbatu khususnya Puskesmas yang menangani perawatan medis bayi kembar siam, itu tidak sanggup. Terlebih, peralatan medis di Puskesmas jelas sangat tidak memadai.
Hasil diagnosa tim medis menyimpulkan, bayi malang tersebut lahir sebagi kembar Siam.
Hanya saja, dalam perkembangannya sejak dalam kandungan hingga terlahir ke dunia, tidak terjadi secara sempurna. Orang tua si bayi yang tabah menghadapi kenyataan ini, memberi nama si bayi kembar tak sempurna jenis kelamin perempuan tersebut, Riski Sabilah dan Riska Sabilah. Keadaan bayi pasangan Asnul Marpaung dan Asnizar Tanjung ini sangat memprihatinkan. Meski memiliki satu badan, namun sang bayi memiliki empat kaki dan empat tangan. Sementara organ dalam tubuh bayi seperti jantung dan paru-paru normal.
Hanya ditemani sang ayah, bayi malang tersebut kini harus di rawat di ruang Rindu B, khusus anak dan Prinatologi Instalasi. Sedangkan ibu bayi ini masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Labuhan Batu. Terkait kondisi putri keenamnya ini, Asnul Marpaung, mengatakan kalau saat istrinya mengandung tidak ada terlihat gejala bakal adanya kelainan. Bahkan dari beberapa kali chek up kepada dokter, janin yang dikandung Asnizar, normal.
Direktur pelayanan medik RSUPH Adam Malik Medan, Dr Azwan Hakmi Lubis dalam keterangannya mengungkapkan, sejauh ini kondisi kesehatan sang bayi kembar tidak sempurna asal Labuhan batu ini masih stabl, namun tim medis harus terus memantau perkembangannya.
Rencananya, pihak RS Adam Malik Medan juga akan melakukan pembedahan terhadap bayi tidak sempurna tersebut dengan melibatkan sejumlah dokter ahli yang telah dipersiapkan, bila sampai usia 11 bulan nanti kondisinya terus membaik.
Untuk biaya pemisahan dan perawatan selama di Rumah Sakit Adam Malik, pihak Dinas Kesehatan Rantau Parapat berjanji akan menanggung keseluruhannya.