msgbartop
“Information is not knowledge, knowledge is not wisdom, wisdom is not truth, truth is not beauty, beauty is not love”
msgbarbottom

29 Jan 10 Kena BHP, Tarif BlackBerry Bakal Naik

Tarif layanan BlackBerry kemungkinan bakal naik. Pemerintah berencana akan mengenakan BHP dan USO, yang akan dibebankan oleh operator kepada para pelanggannya.

“Memang ada rencana aturan tersebut, pemerintah akan mewajibkan pihak penyelenggara BlackBerry untuk dikenai BHP (biaya hak penggunaan) Telekomunikasi dan pungutan USO (Universal Service Obligation) karena ini layanan khusus dengan multipaket layanan tersedia,” ujar Kepala Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan, dasar pemerintah menetapkan aturan ini karena layanan BlackBerry termasuk jasa. Produsen BlackBerry RIM tidak terkena aturan, karena di luar ranah hukum Republik Indonesia, tetapi yang terkena adalah operator yang menjadi rekan kerja RIM di Indonesia.

Namun operator mengisyaratkan menolak BHP untuk layanan BlackBerry karena merasa sudah membayar. “Kita belum dapat deadline resminya dari RIM terkait rencana pemberlakukan aturan pemerintah tersebut, tetapi setahu kami bahwa sebenarnya BlackBerry adalah bagian dari service yang dimiliki XL Axiata saat ini dan XL sudah membayarkannya secara regular,” ujar GM Direct Sales Handono Warih.

Handono mempertanyakan, kalau harus membayar lagi, bagian mana yang harus dibayar. Karena menurutnya, BlackBerry adalah bagian dari layanan XL Axiata, dan akan dipelajari apakah jika dikenakan BHP maka akan dobel atau tidak. “Kita masih menunggu rencana pemerintah mengundang kami,” tegasnya.

Gatot S Dewa Broto mengatakan pertemuan dengan operator akan diadakan pekan depan. Pemerintah menurutnya sudah lama memonitor dan mencari payung hukum maupun aturan yang jelas untuk menerapkan aturan itu.

“Selama ini pemerintah menilai, layanan BlackBerry ini masih belum include ke dalam BHP Telekomunikasi operator penyelenggara BlackBerry. Jangan sampai pemerintah tergesa-gesa memberlakukan, nanti justru ujung-ujungnya pemerintah yang digugat balik oleh operator,” imbuh Gatot.

Namun Gatot menegaskan, pemerintah mengharapkan jika peraturan ini diberlakukan, maka tidak akan ada kenaikan tarif layanan bagi konsumen yang diselenggarakan operator penyedia BlackBerry. “Kita harapkan tidak ada kenaikan tarif, karena operator yang berani berlomba-lomba menaikkan tarif akan terlibas oleh tetangganya yang lain,” tegasnya.

Namun Handono mengingatkan jika aturan itu diberlakukan, yang terkena dampaknya adalah masyarakat sebagai konsumen. “Harus ada kesepakatan dengan pemerintah, karena jika diberlakukan ujung-ujungnya operator akan menekan konsumen juga,” timpalnya.

Handono belum bisa menghitung berapa kenaikan tarif layanan BlackBerry yang harus dikenakan kepada konsumen jika BHP diberlakukan. ”Untuk tarif belum ada pembahasan lebih lanjut apakah margin akan berkurang atau tidak. Kita masih melihat skala elastisitasnya antara menaikkan tarif atau meningkatkan volume penjualan,” kata Handono.

Pihak Axis juga mengatakan kenaikan tarif bisa tak terhindarkan jika BlackBerry dikenakan BHP. “Setiap kali ada elemen biaya maka pastinya akan dimasukkan ke dalam struktur tarif yang akhirnya akan berdampak kepada pelanggan. Itu hukum produksi,” tegas ujar Head of Corporate Communications AXIS Anita Avianty. “Axis masih menunggu dari pemerintah sembari mendiskusikannya,” tambahnya.

Tags: ,

Leave a Comment

Spam protection by WP Captcha-Free