msgbartop
“Information is not knowledge, knowledge is not wisdom, wisdom is not truth, truth is not beauty, beauty is not love”
msgbarbottom

Page 2 of 7«12345»...Last »


 

13 Nov 09 Pohon yang Kehilangan Rohnya

Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa?

Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.

Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguh aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang perlu diingat bahwa setiap kali anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu, sama artinya anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah anda berteriak pada anak anda? “Ayo cepat! Dasar leletan. Bego banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan? Ayo, jangan main-main disini. Berisik! Bising !”

Atau pernahkah anda berteriak kepada orang tua anda karena merasa mereka membuat anda jengkel? “Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar? Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak?”

Atau, mungkin anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup anda karena anda merasa sakit hati? “Ih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak! Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh. Perempuan kampungan banget sih!”

Atau bisa jadi ada seorang guru berteriak pada anak didiknya, “Dasar tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?”
Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesel, “Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku tidak bakal nyesel! Ada banyak yang bisa gantikan kamu? Sial! Kerja gini aja nggak becus?”

Ingatlah! Setiap kali anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai.

Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan.

Tapi, sebaliknya apabila anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Atau anda juga bakal mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita. (chr)

Tags: ,

09 Nov 09 Marissa Mayer: The Visionary

Ketika membayangkan siapa yang bertanggung jawab tentang mesin pencari Google (Google Search Engine),tentu sebagian besar dari kita membayangkan seorang lelaki berkacamata tebal dan tampangnya pasti sedikit aneh.Ternyata itu salah !!!

Marissa Mayer adalah orang yang bertanggung jawab terhadap mesin pencari Google yang mungkin hampir setiap hari kita gunakan.Marissa Mayer adalah Vice President di Google untuk Search Products dan User Experience.

Marissa bukan saja dikenal sebagai penanggung jawab mesin pencari tetapi bahkan dia juga ikut mengembangkan beberapa hal untuk Google seperti Google’s search interface,Google News dan Gmail.

Wanita hebat yang baru berumur 34 tahun dan sudah bergabung di Google sejak tahun 1999 ini mempunyai cita-cita untuk membuat banyak wanita di dunia untuk lebih mengerti teknologi,sungguh cita”yg mulia

Tags: , , , ,

07 Nov 09 Bagaimana Cara Mengatasi Kemalasan Kronis

KapanLagi.com – Kemalasan adalah satu dari dosa yang mematikan. Tentu saja tak dapat dipungkiri kalau semua orang pernah mengalami hari-hari yang malas, tapi kalau mengalami rasa malas kronis sampai-sampai mempengaruhi pekerjaan, pertemanan dan kesehatan…itu baru masalah besar. Perhatikan, apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi kemalasan kronis ini.

1. Kenali Gejalanya

Saat menatap kaca dan melihat sosok yang bosan, kurang motivasi, malas bersosialisasi, itu pertanda Anda sedang mengalami kemalasan kronis. Kenali gejala-gejala kemalasan ini, seperti tak memiliki energi untuk melakukan apa yang harus Anda lakukan; Membiarkan orang lain melakukan apa yang sebenarnya sanggup Anda lakukan sendiri; Kebosanan yang luar biasa; Perasaan terisolasi; Lebih memilih bermalas-malasan daripada menyelesaikan pekerjaan.

Jika pertanda ini Anda alami, saatnya Anda berpikir jalan mengatasinya.

2. Cari Tahu Penyebabnya

Banyak hal jadi penyebab rasa malas kronis ini. Jika Anda merasakan tubuh lemah berlebihan, bisa jadi kondisi kesehatan yang kurang baik sebagai penyebabnya. Kelelahan akut atau stres bisa jadi penyebab rasa malas berlebihan ini.

Lakukan penelitian ke dalam diri Anda. Lewat percakapan dengan diri sendiri, yang dilakuakn dengan jujur tentunya. Jawaban yang Anda temukan mungkin saja tidak Anda dapat dengan cepat atau lengkap, tapi setidaknya Anda tahu kenapa. Lalu mulai pelajari polanya untuk membuat langkah mengatasinya.

Pikirkan bagaimana rasa malas ini mempengaruhi kualitas hidup Anda, hubungan Anda, membuat Anda kehilangan kesempatan, kesehatan dan energi yang memburuk. Lalu buat daftar apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini.

3. Cari Jalan Untuk Mengatasi

Pikirkan rasa malas ini sebagai sebuah kebiasaan buruk atau kecanduan. Sesuatu yang harus Anda akhiri pada tahap-tahap awal.

Pikirkan kemalasan paling buruk yang dapat Anda akhiri saat itu juga, seperti misalnya:

- Hentikan menghindari proyek baru atau tanggung jawab di kantor.

- Mulai berolah raga lagi setelah berhenti selama empat bulan.

- Mulai lagi keluar bareng dengan teman-teman, nonton film atau karaoke bareng misalnya.

- Jangan lagi menolak ajakan kumpul-kumpul dari teman-teman sekitar. Kalau perlu ikut aktif dalam kegiatan antar tetangga, kerja bakti lingkungan di kompleks tiap minggu. Atau gabung club bersepeda tiap minggu.

4. Lakukan Segera!

Bayangkan diri Anda memiliki energi lebih, motivasi lebih, lebih berpartisipasi dalam kehidupan. Libatkan diri Anda sepenuhnya saat melakukan apapun supaya jadi lebih menyenangkan, membuat hidup Anda lebih terasa hidup. Beri dorongan pada diri sendiri. Kalau perlu libatkan teman, keluarga tercinta, konselor atau pelatih pribadi untuk lebih memberi energi pada diri Anda. Buat perubahan dalam hidup Anda, jangan biarkan setitik saja kemalasan mampir.

Yang pasti, setiap masalah yang nyata, pasti ada pemecahannya, dan tentu saja setiap usaha pasti ada hasilnya. Asal Anda tahu apa yang harus dilakukan, dan kenapa masalah itu terjadi, pemecahan sudah ada di tangan. Anda tinggal menggerakkan diri, perangi segala kemalasan yang membawa kerugian itu.

Tags: ,

07 Nov 09 Pesan Penuh Haru dari Surga

1655052p

KOMPAS.com — Lembaran pesan penuh haru ini ditulis oleh seorang anak perempuan pengidap kanker otak yang berusia 6 tahun. Elena Desserich tidak dapat bertahan hidup pada Agustus 2007 setelah didiagnosis mengidap kanker otak yang tak dapat dioperasi saat ia masih berusia 5 tahun.

Selama 9 bulan berjuang menghadapi penyakit yang dideritanya, Elena yang menetap di Wyoming, AS, menyembunyikan ratusan lembar pesan yang diselipkan di antara halaman buku, di laci, lemari, beberapa tas, serta pakaian untuk dikenakan pada musim dingin.

“Kami menemukan beberapa lembar pesan (yang ditulis Elena) beberapa hari setelah kematiannya,” kata ayah Elena, Desserich, yang mengelola sebuah perusahaan konstruksi. “Namun, lembar demi lembar pesan terus bermunculan di mana-mana dan sudah terkumpul hingga 3 kotak besar.”

“Kami bahkan menemukannya di beberapa tas untuk menyimpan perlengkapan dekorasi Natal,” tambah Desserich.

1658563p

Saat ini, keluarga Elena telah menyatukan lembaran pesannya ke dalam buku catatan harian yang mereka susun selama Elena berusaha melalui hari-hari terakhirnya. Keluarga Elena berencana menghibahkan seluruh uang yang diperoleh dari penjualan buku catatan berjudul  Notes Left Behind itu nantinya ke lembaga riset kanker, Cure Starts Now Cancer Foundation.

Saat Elena terdiagnosis mengidap kanker otak stadium akhir yang jarang ditemukan pada 2006, kedua orangtuanya diberi tahu oleh dokter bahwa putri sulung mereka ini hanya memiliki kemungkinan bertahan hidup selama 135 hari. Pasangan Brooke dan Keith Desserich kemudian memutuskan untuk menjadikan lembaran hari yang mereka lalui sebagai momen khusus, baik bagi Elena maupun adiknya, Gracie, yang saat itu berusia 4 tahun.

“Kami ingin menyemangatinya sehingga kami tidak pernah mengungkapkan padanya bahwa waktu kehidupannya semakin menipis,” ujar ayah Elena. Karena khawatir pada kemungkinan Gracie melupakan kakaknya saat beranjak dewasa nanti, Brooke dan Keith Desserich lalu merangkai catatan harian tentang Elena, yang menaruh minat pada seni dan berbagai buku bacaan.

Meskipun selama sebulan sempat menjalani terapi radiasi, kondisi Elena terus merosot secara drastis. Elena kemudian kehilangan kemampuan untuk berbicara sebelum lambat laun digerogoti oleh kelumpuhan.

1656206p

Namun, Elena terus berusaha untuk tidak tinggal diam. Hingga menjelang kematian menjemput, ia terus menyisipkan pesan dan gambar yang mendeskripsikan kasih sayangnya kepada ibu, ayah, kakek dan neneknya, serta anjing kesayangannya, Sally.

Beberapa pesan hanya bertuliskan I love you” yang dihiasi dengan gambar hati dan bunga. Sebagian besar ditujukan oleh Elena kepada Gracie dan salah satu di antaranya bertuliskan  “I love you Gracie, Go Go.”

Kedua orangtua Elena bahkan masing-masing menyimpan satu lembaran pesan dari Elena yang sengaja belum dibuka dan disimpan di dalam tas yang biasa mereka bawa. “Ini merupakan cara kami untuk menyimpan catatan terakhir darinya,” ungkap ibu Elena.

“Kami berharap tidak akan menemukan lembaran pesan terakhir darinya,” demikian diakui ayah Elena. “Aku berharap terus menemukan lembaran pesannya hingga beberapa tahun mendatang.”

“Kurasa lembaran pesan itu merupakan cara Elena untuk menyampaikan ke kami bahwa ia akan baik-baik saja. Setiap menemukan pesan itu, kami seakan mendapatkan pelukan darinya.”

Tags: , ,

28 Oct 09 Wanita Lulusan SMP Punya 22 Pesawat

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Kerut di wajahnya menggambarkan betapa keras jalur hidup ditempuh wanita ini. Susi Pujiastuti (45) merangkak sebagai pedagang ikan segar. Ia sukses di industri perikanan modern dan penerbangan carter beraset ratusan miliar rupiah.

Tak pelak PT Excelcomindo Pratama (Tbk), perusahaan telekomunikasi, menganugerahinya predikat The Best Indonesia Berprestasi 2009. Saat ini, wanita yang hanya lulusan SMP itu mengelola dua perusahaan.

Masing-masing PT ASI Pujiastuti Marine Product, yang bergerak di bisnis perikanan dan Susi Air, maskapai sewa dengan 22 unit pesawat propeler. Dari dua perusahaan itu, Susi bisa menghidupi ribuan karyawan.

Jalan hidup wanita ini memang penuh liku. Usai memutuskan keluar dari bangku SMA di Cilacap, Jawa Tengah pada 1983, Susi mulai menjalani pekerjaannya sebagai pengepul ikan dengan modal pas-pasan.

Usahanya terus berkembang. Setahun kemudian dia berhasil menguasai pasar Cilacap. Tidak puas hanya berbisnis ikan laut di satu daerah, Susi mulai melirik daerah Pangandaran di pantai selatan Jawa Barat.

Ternyata di sana keberuntungan Susi datang. Usaha perikanannya maju pesat. Jika semula dia hanya memperdagangkan ikan dan udang, Susi mulai memasarkan komoditas yang lebih berorientasi ekspor, yaitu lobster.

Dia membawa dagangannya sendiri ke Jakarta untuk ditawarkan ke berbagai restoran seafood dan diekspor. Karena permintaan luar negeri sangat besar, untuk menyediakan stok lobster Susi harus berkeliling Indonesia mencari sumber suplai lobster.

Masalah pun timbul, problem justru karena stok sangat banyak, tetapi transportasi, terutama udara, sangat terbatas. Untuk mengirim dengan kapal laut terlalu lama karena lobster bisa terancam busuk atau menurun kualitasnya.

Pada saat itulah timbul ide Susi lainnya untuk membeli sebuah pesawat. Christian von Strombeck, suaminya yang kebetulan pria bule yang berprofesi pilot pesawat carteran asal Jerman mendukungnya.

Sebuah pesawat jenis Cessna dia beli. Armada itu sangat membantunya meningkatkan produktivitas perdagangan ikannya. Nilai jual komoditi nelayan di daerah juga naik.

“Nelayan bisa mendapatkan nilai tambah. Misalnya saja, lobster di Pulau Mentawai yang tadinya hanya dijual Rp 40 ribu per kilo, setelah itu bisa dinaikkan menjadi Rp 80 ribu per kilo saat itu,” kata Susi kepada Persda Network.

Jadi Pesawat Penumpang Kebutuhan akan pesawat pun semakin meningkat seiring dengan ekspor yang terus bertambah. Belakangan, pesawat yang tadinya hanya untuk mengangkut barang dagangan laut dia coba sewakan kepada masyarakat yang ingin menumpang.

“Ternyata permintaan transportasi sangat besar karenanya kita pun mengembangkan bisnis pesawat carter ini dan Susi Air,” ujarnya.

Saat ini, Susi Air memiliki 22 armada pesawat kecil, antara lain jenis Cessna Grand, Avanti dan Porter yang dioperasikan oleh 80 pilot, sebanyak 26 di antaranya adalah pilot asing.

Pesawat Cessna saat ini harganya Rp 20 miliar per unit. Sedang pesawat Avanti harganya bisa empat kali lebih mahal.

Maskapai Susi Air saat ini beroperasi di hampir seluruh daerah peolosok di Indonesia. Untuk mengembangkan bisnisnya ini, Susi bertekad menambah armada lagi hingga mencapai 40 unit pada akhir tahun depan dengan investasi sekitar Rp 200 miliar.

“Yang penting kita tingkatkan layanan agar pelanggan semakin suka pada kita,” ujarnya berfalsafah. (hendra gunawan)

Tags: , ,