The Mark Kavanagh-trained Shocking put in an amazing staying performance to defy a wide run and the late challenge of European raider Crime Scene to win today’s Melbourne Cup.
Ridden by Corey Brown, the winner of the Lexus Stakes on Saturday was well supported on course – while Mark Kavanagh entered the race quietely confident, despite a terrible run of luck this spring.
Firstly, his 2007 Cox Plate winner Maldivian sustained a serious injury and had to be scratched from this year’s running of the race, while Whobegotyou failed to live up to punters’ expectations when finishing out of a place.
Last Saturday, the misery continued when he was forced to scratch his outstanding three-year-old Shamoline Warrior from the Victoria Derby. The horse had been a short-priced favourite for the race.
It looked like that run of bad luck was going to continue when Shocking ($9.90 win, $3.60 place on the Victorian TAB) when he was forced to track three-wide into a stiff breeze throughout the race.
Godolphin-owned Crime Scene (Kerrin McEvoy, $10.80 place) looked the winner at the 200m, but was outstayed by a brave Shocking in the run to the line, pulling away to win by three-quarters of a length.
Fellow European raider Mourilyan (Glyn Schofield, $8.20 place) flashed home for third a further one-and-a-half lengths back, with Master O’Reilly (Vlad Duric) fourth for the second successive year.
Race favourites Alcopop (Dominic Tourneur, sixth place) and defending champ Viewed (Brad Rawiller, seventh place) raced midfield, and while they made up some ground in the run to the line, neither looked a winning chance.
Schocking is owned by Laurence Eales, who bought the Street Cry entire at the same time as his other star galloper, Whobegotyou (also by Street Cry).
The horse’s victory capped off a brilliant training performance by Kavanagh. In two runs against Alcopop this preparation on the way to the Cup, he was beaten comfortably by the Jake Stephens-trained galloper.
Kavanagh said he wasn’t perturbed by that Shocking had not been able to get the better of Alcopop before today.
“The Melbourne Cup is won by the horse that peaks on the day – not the horses that peak one month before,” he said.
“I went to the races today pretty confident that he had improved from Saturday (when he won the Lexus Stakes in convincing fashion).
“I didn’t come here thinking about winning the Melbourne Cup – I came here thinking he’s at least improved from Saturday.”
Kavanagh said he wasn’t at all worried on Saturday when the horse drew barrier 22.
“If you look at the stats, they all win from out there anyway, it doesn’t make any difference.”
And asked to rate the feeling of winning the Melbourne Cup, Kavanagh rated it better than winning the Cox Plate.
“This is Australia’s race. It’s a public holiday here, everyone in Australia has a bet on the Melbourne Cup. I’m feeling pretty good right now,” he said.
Sydney-based jockey Brown said winning the Cup was a dream come true, given two previous second placings (on Bauer last year, beaten a nose by Viewed, and Mr Prudent in 2002).
“Last year was very disappointing but I’ve got it,” Brown told reporters.
“I’ve finally won the Melbourne Cup.My dream has come true, I can’t describe it, it’s unbelievable.
“Great job Mark Kavanagh and the horse – I know he had the light weight but he toughed it out so well.”
Brown said he was forced to travel three-wide the entire race, but finally got a bit of cover behing Crime Scene just before the turn.
“On straightening, I waited for a little bit. I counted to 10 – as soon as I got to the clocktower I just went for home,” he said.
“The wind was very strong from the 600m. In the back of my mind, I didn’t think he could win, but once I got to the 300m he was home.”
MELBOURNE CUP RESULTS
(All prices Victorian TAB tote)
Race 7: SHOCKING (Corey Brown, $9.90 win, $3.60 place) 1, Crime Scene (Kerrin McEvoy, $10.80 place) 2, Mourilyan (Glyn Schofield, $8.30 place) 3. Quinella: $230.10. Exacta: 402.70. Trifecta: $9321. First four (21, 8, 5, 4): $85,429.
Tags: International, Sport
INILAH.COM, Madrid – Selebritis papan atas Amerika Serikat, Paris Hilton, mengaku dirinya adalah orang yang menyuruh dukun bernama Pepe untuk menyantet Cristiano Ronaldo.
Sebelum Paris mengakui perbuatannya pada majalah Life & Style, sang dukun memang telah menyebutkan ciri-ciri orang yang meminta jasanya untuk membuat winger asal Portugal itu merana.
Pepe, yang telah mengakui perbuatannya pada pekan lalu, memang tidak secara gamblang menyebutkan siapa yang telah menyuruhnya, namun dari ciri-ciri yang diberikan olehnya memang seperti mengarah kepada wanita 28 tahun itu.
Kata-kata yang dikeluarkan Pepe seperti ‘mantan kekasih’, ‘non-Eropa’ dan ‘orang kaya dari keluarga terpandang’, cukup membuat banyak berpikir orang yang dimaksud adalah Paris Hilton.
“Saya tidak tahan ketika seseorang sangat berarti. Saya menginginkan seorang pria, bukan seorang yang lari seperti seorang anak kecil. Dia pengecut!” Demikian komentar Paris.
Hingga kini CR9 memang masih menderita cedera engkel, yang didapat saat membela Portugal di laga kualifikasi Piala Dunia 2010, dan sedang dalam perawatan agar dapat tampil dalam pertandingan melawan AC Milan di Liga Champions.
Menghadapi masalah ilmu sihir dari Pepe, Ronaldo telah ‘dibacking’ seorang dukun bernama Fafa.[nov]
Tags: Entertainment, Sport
KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, permainan catur mungkin terlihat membosankan. Wajah serius, kening berkerut, dan proses memindah pion yang membutuhkan waktu lama. Beruntunglah ada sejumlah pecatur perempuan berparas jelita yang ikut memberi warna pada olahraga yang lebih tepat disebut olah otak ini.
Antoaneta Stefanova adalah salah satu perempuan yang memberikan nuansa kesegaran pada dunia catur. Selain kecantikan alami yang memang dimilikinya, Stefanova juga banyak dipuji karena penampilannya yang selalu modis dengan pilihan busana dan aksesoris yang selalu terlihat enak dipandang mata dan kehidupannya yang gaul abis.
“Kita tak ingin terbelenggu oleh kesibukan di meja catur. Saya sudah buktikan itu bersama teman-teman,” kata Stefanova yang berdarah Bulgaria ini.
Stefanova selama ini memang pintar menyeimbangkan antara penampilan dan prestasi. Dari sisi prestasi, atlet cantik berusia 30 tahun ini sukses meraih gelar juara dunia pada 2004.
Lahir di Kota Sofia, ibukota Bulgaria, pada 19 April, Stefanova mulai belajar catur pada usia empat tahun. Sang ayah, Andon Stefanov, adalah orang pertama yang mengenalkannya pada dunia catur. Beruntung, Stefanova memiliki saudara kandung yang juga doyan permainan mengolah otak ini.
Bersama Liana sang adik, Stefanova banyak menghabiskan waktu dengan bermain catur. Tanda-tanda dia kelak akan menjadi pecatur hebat sudah dia tunjukkan ketika berusia tujuh tahun. Di usia yang terbilang kanak-kanak tersebut dia berhasil menggondol gelar juara di sebuah kompetisi catur di Kota Sofia.
Pada 1989, Stefanova berhasil menjuarai kompetisi catur Usia 10 Tahun (U-10) untuk kategori pecatur wanita. Sejak saat itu, prestasi demi prestasi terus dia ukir.
Dia mengikuti ajang Olimpiade Catur di Manila, Filipina, ketika usianya memasuki 13 tahun. Juni 2003, dia merengkuh gelar juara Grandmaster yang membuatnya masuk dalam daftar 10 wanita peraih gelar bergengsi tersebut sepanjang sejarah catur wanita dunia.
“Saya pikir semua yang saya dapatkan berjalan apa adanya. Saya punya ayah yang sangat peka terhadap keinginan anaknya dan berjuang keras untuk bisa selalu mengikutsertakan saya di berbagai turnamen. Semuanya sudah mencapai hasilnya sekarang. Saya sangat bangga dengan semua pencapaian ini,” ucap cewek yang meraih gelar juara dunia setahun setelah dia dinobatkan sebagai pemilik sah Grand Master Wanita atau GMW.
Kini, obsesi terbarunya adalah menyiapkan kader yang memiliki prestasi dan kekuatan seimbang demi mengharumkan nama Bulgaria. Atlet-atlet catur Bulgaria selama ini selalu bersaing dengan atlet Rusia dan Hungaria di pentas catur dunia.
“Semuanya sudah pernah saya raih. Sekarang saya berusaha untuk tak pernah berhenti mencari gelar juara. Sejalan dengan hal itu, saya juga menyiapkan beberapa strategi agar terjadi regenerasi pecatur Bulgaria, khususnya di atlet putri,” ungkapnya. (BUD)
Tags: International, Sport
10. David Beckham:

Mantan kapten timnas Inggris ini memang tak lagi disambut hangat saat kembali ke LA Galaxy. Mantan pemain Manchester United ini dianggap tak lagi punya komitmen setelah dipinjamkan ke AC Milan. Tak heran jika fans Galaxy menolak kembalinya Beckham ke Liga Amerika Serikat. Puncaknya terjadi di pertandingan kandang pertama Galaxy. Tak tahan dengan ejekan, Beckham menantang seorang fans untuk berduel. Beruntung tindakan itu berhasil dicegah.
9. Wayne Rooney:

Rooney juga sempat punya masalah dengan fans Inggris. Kejadian itu berawal saat timnas Inggris ditaklukkan Kroasia pada laga kualifikasi Piala Eropa yang digelar pada 2006 silam. Saat itu seorang fans melakukan aksi kencing di lapangan yang langsung dibalas Rooney dengan mengacungkan jari tengah kepada fans tersebut.
8. Nathan Tyson:

Kejadian ini akhirnya berujung dengan sanksi yang dikeluarkan FA untuk kedua tim Nottingham Forest dan Derby County. Namun aksi ini dipicu oleh striker Forets, Nathan Tyson yang mengibarkan bendera tiang sudut dan melambaikannya di depan fans Derby setelah menang 3-2. Tak terima duo Derby Dean Leacock dan Gary Teale langsung mengejar Tyson dan keributan pun terjadi yang melibatkan kedua fans.
7. Jamie Carragher:

Bek Liverpool ini pernah kehilangan kendali saat Liverpool bersua Luton di Piala FA. Saat itu Carragher mendatangi dan menantang fans Luton yang mengenakan wig dan kumis palsu untuk mengejek Carragher. Namun Carragher dapat lolos dari sanksi karena wasit tak melaporkan insiden itu.
6. Emmanuel Adebayor:

Inilah aksi terbaru tindakan provokatif yang dilakukan seorang pemain. Striker Manchester City asal Togo ini terancam sanksi dari FA setelah melakukan selebrasi dengan mendatangi tribun fans Arsenal yang notabene bekas klubnya sendiri. Akibat aksinya itu, seorang steward terluka setelah fans Arsenal terpancing oleh aksi Adebayor. Tak hanya itu, Adebayor juga terancam sanksi tambahan jika terbukti melukai Robin van Persie di pertandingan yang berkesudahan 4-2 buat The Citizens itu.
5. Gary Neville:

Bek Manchester United ini mendapat kritiakn setelah melakukan selebrasi saat bersua Liverpool pada 2006 silAm. Gol kemenangan United lewat Rio Ferdinand diikuti dengan selebrasi berlebihan Neville di depan tribun pendukung The Reds. Neville sendiri akhirnya didenda 5.000 punds oleh FA.
4. Ian Walker:

Kiper Leicester City ini sempat memukul seorang fans Aston Villa pada 2004 silam. Setelah kebobolan gol ketiga dari total lima gol, Walker tersulut emosinya langsung melayangkan pukulan terhadap seorang fans Villa. FA sendiri tidak memberikan sanksi buat Walker.
3. Paul Gascoigne:

Gazza pernah didenda sebesar 40.000 pounds setelah terbukti membuat fans Celtics marah pada 1995 silam. Saat itu, Gazza yang menjadi pemain Glasgow Rangers melakukan aksi cium symbol Loyalist di depan fans Celtic Catholic
2. Mark Bosnich:

Kiper Australia ini sempat membuat fans Tottenham Hotspur marah besar setelah melakukan aksi ala Nazi di depan mereka. Kejadian ini terjadi saat Bosnich berkostum Aston Villa pada 1995 silam. Akibat aksi ini, Bosnich didenda 1.000 pounds.
naaah ni yang paling ekstrim gan !
1. Eric Cantona:

Inilah maestro penuh kontroversi. Kontroversi yang akan selalu diingat tentu tendangan kungfu Cantona kepada seorang fans Crystal Palace pada 25 Januari 1995 silam. Setelah dikeluarkan karena menghajar bek Richard Shaw, Cantona langsung melakukan tendangan kungfu itu. Akibat aksi itu, Cantona mendapat hukuman larangan bermain selama sembilan bulan dan denda 10.000 pounds.<
MADRID – Penantian Zinedine Zidane untuk kembali ke Real Madrid akan terlaksana pekan depan. Zidane akan bergabung kembali dengan mantan klubnya tersebut, dan bekerja secara cuma-cuma.
Legenda Prancis tersebut juga akan menyaksikan pertandingan Los Merengues di Santiago Bernabeu melawan Real Valladolid, Minggu (18/10/2009), sebelum dirinya duduk di manajemen El Real.
Marca menuliskan bahwa Zidane akan menjadi bagian dari komite sepakbola Madrid. Namun, tidak dituliskan secara detail apa pekerjaan utama Zidane. Namun, yang bisa dipastikan bahwa Zidane tidak menerima bayaran apapun atas pekerjaannya tersebut.
Presiden Madrid Florentino Perez sudah menyatakan bahwa Zidane akan kembali bergabung dan bertindak sebagai penasehatnya. Itu sudah diungkapkan Perez sejak resmi menjadi presiden di Santiago Bernabeu pada Juni lalu.
Kini tugas pertama Zizou adalah menyelesaikan proyek Los Galaticos jilid dua dengan mendatangkan mantan rekannya di Timnas Prancis, Franck Ribery, dari Bayern Munich. Madrid akan bersaing ketat dengan beberapa klub top Eropa, seperti Barcelona dan Manchester City.
Zidane pensiun dari sepakbola seusai Piala Dunia 2006. Dia meninggalkan Real Madrid, juga pada 2006, setelah menghabiskan lima musim. Zidane pindah ke Madrid dari Juventus pada 2001, dengan rekor transfer 78 juta euro.
(zwr)