
Para produsen monitor nampaknya masih terus santai dengan perkembangan teknologi. Apapun yang kita lakukan saat ini menggunakan komputer ataupun televisi tentu butuh sebuah monitor dimana kita bisa melihat gambar yang ditayangkannya. Ada yang suka monitor berukuran sangat besar ataupun justru yang biasa-biasa saja.
Saat ini VIZIO ingin menambah deretan monitor keluarannya dengan produk barunya yaitu monitor yang berukuran 19 inchi dan 23 inchi untuk model monitor LED. Hanya monitor berukuran 23 inchi saja yang memiliki fitur 1080p namun keduanya dapat dipastikan sebagai pasangan monitor yang super duper tipis dengan tingkat rasio kontras dan warna yang memukau.
Keduanya bekerja layaknya sebuah frame foto yang tipis yang mana setiap orang akan dapat memandang gambar-gambar dari dalamnya dengan kesan yang puas karena gambar yang disajikan sangat bagus. Untuk monitor yang berukuran 19 inchi, Anda harus siap merelakan dana sebesar 349 USD atau sekitar 3,5 juta rupiah. Sedangkan untuk monitor berukuran 23 inchi hanya berbeda 50 USD saja jadi bisa dipastikan harganya yaitu sekitar 4 juta rupiah. Hmmmm, Anda tertarik untuk menjadikannya pelengkap di ruang tamu Anda?

VIVAnews – Teknologi Liquid Crystal Display (LCD) telah membuat revolusi dalam industri layar dari sebelumnya yang berkutat di teknologi Cathode Ray Tube (CRT). Ke depannya, BenQ yakin teknologi Light Emitting Diode (LED) dapat menggantikan LCD.
Sebagai salah satu pemasok utama di industri display, BenQ sudah menghadirkan monitor berbasis LED tersebut untuk pengguna. Produk berbasis V Series Eco, merupakan monitor LED Full HD pertama yang muncul di pasar.
“LED adalah teknologi hebat berikutnya untuk layar monitor, yang memungkinkan hasil visual mengagumkan yang belum ada sebelumnya,” kata Peter Chen, General Manager BenQ Technology Product Center, pada keterangan yang VIVAnews kutip, 3 November 2009. “Selain itu, dampak keuntungannya bagi lingkungan tak dapat disangkal,” ucapnya.
Peter menyebutkan, LED adalah sumber pencahayaan yang stabil, Ia menampilkan pencahayaan yang bebas kedip, sehingga ideal untuk tayangan jangka panjang serta meningkatkan kenyamanan untuk mata. Selain itu, teknologi LED juga memungkinkan tampilan seketika pada saat monitor dihidupkan dan mampu menghemat daya lebih baik dibanding LCD.
Sebagai awalan, 4 model monitor LED langsung dihadirkan ke pasaran Indonesia. Produk tersebut adalah V Series Eco 24” V2400 Eco (16:9) LED Full HD dan 21.5” V2200 Eco (16:9) LED Full HD serta G Series 19” G920WL (16:10) dan 18.5” G922HDL (16:9), yang merupakan layar LED yang pertama di dunia untuk segmen 18.5” Wide.
“Monitor LED akan membawa tren baru yang revolusioner, dan BenQ bangga menjadi merek utama yang menghadirkan tren ini ke Indonesia,” kata Lee Kim Huat, Managing Director BenQ Singapore Pte Ltd, pada kesempatan yang sama.
“BenQ akan memperkenalkan lebih banyak lagi layar LED pada Kuartal 1 tahun 2010, dan bertujuan mempertahankan agar harganya tetap terjangkau, sehingga masyarakat Indonesia dapat menikmati gaya hidup digital,” ucap Lee.
Produsen kartu grafis, Nvidia mengklaim bahwa chipset nForce debutannya memiliki kualitas lebih baik dibanding milik Intel. Melalui juru bicara perusahaan, Nvidia juga mengkritik produsen chip yang diduga menunda pengenalan teknologi USB 3 sampai tahun 2011 mendatang.
“Chipset Nvidia nForce tradisional dipenuhi feature yang inovatif. [sebagai contoh], Nvidia Ion mendefinisi ulang kategori netbook,” jelas Brian Burke (juru bicara Nvidia) melalui emailnya kepada TGDaily.
“Namun demikian, sudah banyak laporan yang menyatakan bahwa Nvidia tidak akan membuat chipset baru untuk platform Intel sampai sengketa dengan Intel terselesaikan,” imbuh Burke. Lagi menurut Burke, banyak inovasi di platform PC yang berasal dari teknologi chipset.
“Kami [juga] belajar bahwa Intel menunda pengenalan USB 3 sampai 2011. Dengan tidak adanya kompetisi di chipset, Intel tampaknya telah memutuskan bahwa inovasi tidak diperlukan untuk perancangan USB 3 dalam waktu dekat,” pungkas Burke.(Indah PM)

Banyak Vendor PC kini mulai menset pandangan mereka di pasaran smartphone yang berkembang pesat untuk mengimbangi penurunan dalam penjualan komputer akhir-akhir ini.
Menurut Gartner, penjualan smartphone di seluruh dunia akan tumbuh sebesar 29 persen tahun ini mencapai 180 juta unit dan menyusul total unit notebook.
Smartphone saat ini account untuk 14 persen dari keseluruhan penjualan perangkat mobile, tapi Gartner memperhitungkan bahwa pada tahun 2012 perangkat smartphone tersebut akan segera naik sekitar 37 persen dari penjualan ponsel dunia. Pendapatan smartphone juga akan mengambil alih penerimaan telepon selular, pada 191 juta USD (sekitar 1,91 trilyun rupiah) di tahun 2012 mendatang. Dan hal ini lebih tinggi dari pengeluaran pengguna akhir terhadap mobile PC, yang diperkirakan akan mencapai 152 juta USD (1,52 trilyun rupiah) pada tahun 2012.
Gartner memperhitungkan bahwa pada akhir tahun, semua vendor PC besar akan memiliki beberapa perangkat produk smartphone yang ditawarkan. Namun demikian tampaknya mereka juga akan menghadapi beberapa rintangan.
“Vendor PC harus menyadari bahwa sementara konvergensi teknologi menawarkan kesempatan untuk masuk ke dalam arena smartphone, model bisnis, menuju pasaran dan memposisikan produk ini sangat berbeda dari pasaran PC,” kata Roberta Cozza, principal research analyst di Gartner.
“Vendor PC akan merasa sulit untuk hanya menggunakan rantai pasokan yang ada dan saluran untuk memperluas kehadiran mereka di pasaran smartphone. Pasaran smartphone dan notebook diatur oleh aturan yang berbeda ketika datang ke pemasaran secara sukses dan menjual produk. “
Tags: Blackberry, Computer, Handphone, Techno

MSI Siap Gebrak Pasaran PC all-in-one Dengan Wind Top AE2220 Berukuran 21.6 Inchi Dengan Fitur Multitouch Windows 7
Fitur multi sentuh memang akhir-akhir ini menjadi banyak dilirik oleh para produsen laptop. Ya, tak hanya laptop saja tentunya, tapi juga dengan kebutuhan sebuah PC all-in-one yang juga ingin tampil gaya.
Kali ini pihak MSI siap naik panggung dengan menampilkan Wind Top AE2220 terbarunya. PC berukuran layar 21.6 inchi ini memiliki resolusi 1920 x 1080 px dengan fitur multitouch di dalamnya. Sudah dapat dipastikan PC ini menggunakan sistem operasi Windows 7 Home Premium. Dibekali dengan memori 4GB DDR2 dan kapasitas hardisk 640GB, PC ini sudah sangat lengkap apalagi dengan dibundel dengan NVIDIA GeForce 9300 sebagai grafisnya.
Selain itu PC ini dilengkapi juga dengan HDMI output, wireless keyboard dan mouse. Sebagai pilihan, Anda berhak menentukan apakah ingin menggunakan processor Core 2 Duo T6600 berkecepatan 2.2GHz atau justru menggunakan Pentium T4300 berkecepatan 2.1 GHz. Produk ini sudah mulai dipasarkan di Amazon saat ini dengan kisaran harga berkisar antara 659.99 USD sampai dengan 899.99 USD (6,6 juta rupiah sampai 9 juta rupiah). Tertarik untuk memilikinya?