msgbartop
“Information is not knowledge, knowledge is not wisdom, wisdom is not truth, truth is not beauty, beauty is not love”
msgbarbottom

Page 2 of 22«12345»1020...Last »


 

07 Jan 10 ASI Tidak Lebih Baik dari Susu Formula

Kaum perempuan tampaknya harus berpikir ulang mengenai apa yang mereka yakini tentang manfaat kesehatan menyusui. Sebuah studi baru yang kontroversial menyimpulkan bahwa, air susu ibu (ASI) belum tentu adalah terbaik bagi anak-anak di bulan-bulan pertama kehidupan.

Profesor Sven Carlsen, yang memimpin tim peneliti Universitas Sains dan Teknologi di Trondheim Norwegia, menyatakan bahwa susu formula sama baiknya dengan ASI. Menurut penelitian dia, yang benar-benar mempengaruhi kesehatan bayi yang sedang tumbuh adalah keseimbangan hormon di dalam rahim sebelum lahir.

Tim Prof Carlsen telah meneliti data lebih dari 50 studi internasional yang memandang hubungan antara menyusui dan kesehatan. Sebagian besar menyimpulkan bahwa lebih banyak anak yang menyusu, semakin sehat mereka. Di permukaan, kata Prof Carlsen, ini benar. Namun, hak itu tidak semata-mata karena menyusui itu sendiri.

Sebagai contoh, studi tidak menemukan bukti bahwa menyusui mengurangi risiko asma dan alergi pada anak-anak. Kemampuan mental adalah satu-satunya area di mana keuntungan kecil terlihat. “Tampaknya anak-anak yang mendapat ASI memiliki IQ sedikit lebih baik,” kata Prof Carlsen.

“Ada banyak alasan yang baik untuk menyusui. Namun, perhatian terhadap kesehatan anak bukanlah salah satu dari mereka. Tidak ada alasan mengapa perempuan yang harus berjuang untuk menyusui karena merasa bersalah, jika mereka akan memberikan awal yang lemah untuk hidup pada anak-anak mereka. Susu formula itu sama baiknya dengan ASI.”

Alasan paling kuat untuk mendorong para ibu untuk menyusui adalah lingkungan. Menyusui menghindari biaya lingkungan untuk memproduksi botol karena susu formula bayi membutuhkan energi untuk sterilisasi botol.

Penelitian ini diterbitkan dalam edisi Januari jurnal Acta Obstestricia dan Gynecologia Scandinavica.

Tags: ,

22 Dec 09 Ayam Paling Mahal Sedunia

Sekarang mari kita ke Indonesia untuk melihat jenis ayam yang paling mahal di dunia. Seberapa mahalnya? Konon hasil penjualan seekor ayam dengan ras jenis ini diklaim mampu untuk membeli sebuah mobil baru untuk keluarga anda. Apa yang menjadikan ayam ini memiliki harga yang sangat mahal?

Puluhan pemilik ayam bekisar tampak bersiap-siap untuk mengerek naik kandang-kandang ayam mereka pada deretan tiang setinggi 10 meter. Di dalam masing-masing kandang telah terdapat seekor ayam bekisar yang menjadi andalan para pemiliknya. Suasana ini adalah suasana perlombaan ayam bekisar tingkat nasional yang digelar setiap tahunnya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Tak lama setelah para pemilik ayam bekisar menaikkan kandang-kandang beserta ayamnya hingga ke puncak tiang, sejumlah juri-pun tampak datang membawa lembaran penilaian. Apa yang dinilai dari para juri terhadap kumpulan ayam bekisar ini? Sekilas tak tampak perbedaan fisik yang kentara dari ayam bekisar dengan ayam pada umumnya. Namun coba perhatikan suaranya… Tak seperti ayam pada umumnya yang berkokok “kukuruyuk” di pagi hari, ayam bekisar ini dapat mengeluarkan suara khas “ooo… eee…” yang sangat indah. Suara khas dari ayam bekisar inilah yang menjadi kriteria penilaian utama dari tim juri, yang juga sekaligus menjadikan ayam ini menjadi ayam yang paling mahal di dunia.

Bagi orang awam, suara khas dari ayam-ayam bekisar ini terdengar nyaris serupa, namun bagi tim juri, suara ayam bekisar yang sempurna harus memiliki beberapa syarat, antara lain suara yang dihasilkan tidak bergetar, intonasi naik-turunnya suaranya harus pas, dan lain-lain, jelas Lulu D Budiardjo – Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI).

“Jadi bekisar ini bisa kita katakan adalah ayam yang harganya paling mahal sedunia. DOC-nya (Day of Chicken) sudah mencapai Rp. 75.000 hingga Rp. 100.000, kemudian umur 2-3 bulan kalau kelihatan dia punya prospek yang bagus, harganya bisa mencapai Rp. 500.000 hingga Rp. 1.000.000, kemudian kalau sudah dewasa dan menang lomba sekali-dua kali, sudah Rp 5.000.000 ke atas, kalau sudah lima besar bisa Rp. 50.000.000 sampai Rp. 100.000.000 bahkan lebih dari itu.”

Disamping suaranya yang indah, ayam bekisar juga ternyata memiliki “emosi” terhadap pemiliknya. Ayam bekisar konon dapat mengenali dan mengetahui isi hati pemiliknya, hal ini membuat ayam bekisar tahu apa yang harus ia lakukan sesuai dengan kondisi hati tuannya, tak pelak, ayam bekisar-pun menjadi kesayangan para pemiliknya karena memiliki kedekatan emosional seperti ini.

Joko – Pemilik Ayam Bekisar mengatakan, “Dia tahu dan dia hafal dengan orang rumah, apabila saya pulang dari kantor saya panggil namanya, dia langsung cari saya. Dan bila saya suruh dia berkokok, maka dia langsung bunyi. Jadi sepertinya dia punya rasa mengerti begitu.”

Ayam Bekisar adalah hasil perkawinan antara ayam hutan jantan (gallus varius) dan ayam buras betina (gallus domesticus). Ayam Bekisar merupakan fauna maskot provinsi Jawa Timur, Indonesia. (EpochTimes)

Tags: , ,

18 Dec 09 Gandum Dapat Sebabkan Diabetes

Apakah Gandum Dapat Sebabkan Diabetes? Jawabannya adalah “ya”, karena banyak makanan berbahan dasar gandum sangat mengganggu gula darah (mereka yang mempunyai indeks glisemik tinggi), terutama jika makan dalam jumlah besar (yang artinya mereka juga mengandung beban glisemik tinggi).

Akibatnya, pankreas harus memompa banyak hormon insulin. Hal ini, pada saatnya, dapat menyebabkan resistensi hormon insulin. Hal ini juga menyebabkan kelelahan pankreas. Kedua situasi tersebut akan menyebabkan naiknya gula darah, yang dapat mengakibatkan terjadinya diabetes tipe-2.

Bagaimanapun, kolom ini tidak membahas tentang hubungan antara gandum dan diabetes tipe-2. Fokus kita di sini adalah diabetes tipe-1.

Diabetes tipe-1 adalah suatu kondisi yang bersifat autoimun, artinya autoimun ini disebabkan penyerangan sistem kekebalan tubuh terhadap jaringannya sendiri. Dalam hal ini, jaringan yang rusak adalah sel dalam pankreas yang bertanggung jawab atas sekresi hormon insulin. Apakah penyebab sistem kekebalan tubuh menyerang sel ini?

Beberapa pihak mengungkapkan teori jika diabetes tipe-1 mungkin disebabkan oleh infeksi virus. Secara teori, sebagaimana sistem kekebalan tubuh mempertahankan dirinya melawan benda asing, reaksi yang muncul lantas meluas hingga ke sel pankreas. Namun demikian, ilmuwan lain menyampaikan bahwa faktor pemicu yang mendasar bukanlah virus, tetapi makanan.

Di masa lalu ada lebih dari sekedar usulan jika diabetes tipe-1 mungkin berhubungan dengan ketidaktoleransinya kita terhadap susu (khususnya protein pada susu) [1-3]. Studi terbaru yang diterbitkan di Jurnal Diabetes menunjukkan beberapa bukti bahwa gandum merupakan faktor pemicu lain yang menyebabkan diabetes tipe-1 [4].

Dalam studi ini, 42 penderita diabetes tipe-1 diteliti kekebalan tubuh mereka terhadap protein dari gandum (gandum polipeptides). Hampir setengahnya (20 orang) menunjukkan tanda-tanda kereaktifan – respon yang jauh lebih tinggi dibanding respon normal.

Salah satu penulis studi ini, Dr. Fraser Scott, sebelumnya telah menerbitkan penelitian tentang binatang pekerja yang menunjukkan gandum dan protein susu mempunyai kapasitas untuk mempercepat diabetes tipe-1 pada binatang.

Kami tidak mengetahui apakah kepekaan terhadap makanan merupakan penye-bab utama diabetes tipe-1 pada manusia atau bukan. Apa yang dapat saya ungkapkan berdasarkan pengalaman kepekaan terhadap makanan nampaknya akar dari gangguan autoimun lain.

Sebagai contoh, saya sering melihat pasien yang menderita artritis reumatoid (artritis yang di sebabkan peradangan kronis pada persendian yang bersifat progresif) seketika akan membaik ketika jenis makanan dapat dikenali dan dihapuskan dari menu makanan.

Jenis makanan yang sering merusak jaringan di sini, barangkali tidaklah aneh, adalah produk susu olahan dan gandum. Berdasarkan pengalaman, bagi penderita systemic lupus erythematosus – suatu kondisi autoimun yang dapat mempengaruhi sangat banyak jaringan dalam tubuh.

Mengapa gandum dan produk susu olahan? Awalnya, kedua makanan ini merupakan makanan tambahan pada manusia, oleh karena itu, adalah makanan yang cenderung belum dapat diadaptasi oleh tubuh manusia dengan baik.

Dari segala hal ini, jenis makanan gandum dan susu olahan yang kita makan sangat berbeda dari bentuk makanan di masa lampau yang diperkenalkan pertama kali. Contohnya, pengembangbiakan selektif telah menyebabkan timbulnya varietas gandum baru yang kemungkinan butuh waktu lama bagi tubuh kita untuk mengolahnya, bila dilihat dari segi pencernaan dan kekebalan tubuh. Hal yang sama mungkin juga terjadi pada produk susu hasil sterilisasi.

(Dr. John Briffa/The Epoch Times/feb)

Referensi:

  • Karjalainen J, et al. A bovine albumin peptide as a possible trigger of insulin dependent diabetes mellitus. New England Journal of Medicine 1992; 327:302-307
  • Kostraba JN, et al. Early exposure to cows milk and solid foods in infancy, genetic predisposition, and risk of IDDM. Diabetes 1993; 42:288-295
  • Fava D, et al. Relationship between dairy product consumption and incidence of IDDM in childhood in Italy. Diabetes Care 1994; 17:1488-1490
  • Mojibian M, et al. Diabetes-Specific HLA-DR-Restricted Proinflammatory T-Cell Response to Wheat Polypeptides in Tissue Transglutaminase Antibody-Negative Patients With Type 1 Diabetes. Diabetes 2009; 58:1789-1796

Tags: ,

18 Dec 09 Evolusi Sebenernya Nyata atau Buatan Manusia?

Dari mana kita berasal? Evolusi? Ciptaan Tuhan? Bertahun-tahun, para ilmuwan beranggapan bahwa fosil membuktikan evolusi, namun ahli biologi, ahli fisika, dan produser televisi Missouri, Dr. Carl Werner berani bertanya.

Menjelang ulang tahun ke-150 dari “asal usul spesies” nya Darwin (Nov. 24, 1859), Dr. Werner baru-baru ini meluncurkan dua buku volume pertama dan sebuah dokumentasi serangkaian buku yang menantang Darwin yakni Evolution: The Grand Experiment (Evolusi: Experimen besar).

Pencariannya mengenai kebenaran tentang evolusi selama bertahun-tahun dimulai sejak ia bertaruh dengan teman kuliah.
“Waktu itu saya kuliah di sekolah kedokteran, dan seorang teman menantang saya tentang (teori) evolusi. Saat itu saya mempercayai teori ini,” kata Dr. Werner.

“Ia mengatakan bahwa hukum kimia akan menghalangi pembentukan kehidupan oleh diri sendiri, dan pada dasarnya ia sedang menantang saya: Bagaimana ini bisa terjadi jika evolusi dapat melanggar prinsip normal sains kita. Dan saya benar-benar harus berpikir keras tentang ini, dan saya menyadari bahwa ia benar tentang hukum-hukum kimia ini”.

Sejak itu, Werner melakukan apa yang dinamakannya “a life-long adventure” (sebuah petualangan seumur hidup). Ia membaca dan meneliti setiap topik yang dapat ia peroleh tentang evolusi, termasuk geologi, biologi, paleontologi, biokimia, dan kosmologi. Setelah 18 tahun melakukan studi, ia menganggap dia dan isterinya siap untuk memulai serentetan percobaan untuk menguji teori Darwin yang diterima baik oleh masyarakat.

Selama 10 tahun berikutnya, dari 1997 hingga 2007, mereka melakukan perjalanan ke museum-museum terbaik dan menggali lokasi-lokasi di seantero dunia, mewawancarai ilmuwan-ilmuwan top dunia, dan memotret puluhan ribu fosil-fosil asli dan lapisan fosil dimana mereka menemukannya.

“Pada awalnya saya mengalami banyak kebingungan tentang topik itu. Mana yang benar? Apakah evolusi itu benar atau tidak? Tetapi akhirnya saya mendapatkan kepuasan besar sekarang karena saya mengerti kejanggalan-kejanggalan yang terdapat pada evolusi dan bagaimana yang sesungguhnya”, kata Werner.

Bukti lebih kuat dari opini
Daripada menjawab apakah evolusi benar atau salah dalam dokumentasinya, Werner menyajikan masalah-masalah dan memungkinkan pemerhati mengambil keputusan.

Para ilmuwan telah menganggap sebuah fosil Rodhocetus, seekor binatang berkaki empat yang mempunyai ekor ikan paus, sebagai pembuktian evolusi terbaik.

Tetapi, ketika Werner pergi melihat fosil itu, ia tidak melihat satu pun fosil Rodhocetus yang berekor. Ketika ditanya, ilmuwan yang menambahkan ekor pada diagram Rodhocetus di museum mengaku bahwa Rodhocetus tidak memiliki ekor atau sirip ikan paus.

Masalah-masalah lain yang termasuk telah ditunjuk Wener adalah tentang seorang ilmuwan yang menempelkan ekor dinosaurus pada seekor burung, dan museum-museum menempelkan bulu pada dinosaurus, penambahan garis tangga pada kepala burung, dan penempelan tangan dan kaki pada Lucy, fosil yang secara luas dipercaya adalah seorang manusia kera.

Singkatnya, ia mengatakan bahwa walaupun peta evolusi di museum menyatakan bahwa evolusi adalah benar, bagan-bagan itu kekurangan bukti yang mendukung.

“Pada dasarnya apa yang saya baca di buku diktat universitas adalah bertolak belakang dengan apa yang saya temukan di lapangan ketika kami melakukan wawancara dengan para ilmuwan. Maka di sana ada perbedaan besar antara apa yang tertulis dan kenyataannya”, kata Werner.

“Di universitas-universitas pembicaraan tentang topik ini dilakukan dengan tidak cukup berterus terang. Ini merupakan semacam topik tertutup. Para ilmuwan tidak bersedia mendiskusikan hal ini secara terbuka karena kuatir akibat yang akan terjadi”.

(Helena Zhu/The Epoch Times/bdn)

Tags: ,

16 Dec 09 15 Persen Remaja Suka Kirim Video Seksual Via Ponsel

Menurut Pew Internet & American Life Project telah mengadakan study di US selama 3 bulan di tahun ini dan mensurvei 800 remaja dengan rentang usia antara 12 hingga 17. Kesimpulan dari Pew Internet & American Life Project bahwa fakta bahwa anak muda menggunakan ponsel mereka untuk mengirim content seksual (sexting) ke teman lain bukanlah hal yang mengejutkan. Report tersebut juga menyebutkan bahwa anak muda sekarang banyak mengalami ketergantungan dengan ponsel, sama seperti orang dewasa, dan sejak itu pulalah ponsel menjadi sarana untuk mengirim pesan atau gambar berbau seksual.

Hanya 4 persen ponsel yang dimiliki remaja diklaim telah mengirimkan foto telanjang si pemilik ponsel ke seseorang, namun 15 persen lainnya telah menerima dalam bentuk gambar atau video dengan kategori sejenis. Alasan mereka mengirim foto bugil justru bermacam-macam, menurut Pew Internet & American Life Project, seperti untuk kekasih mereka, beberapa ke teman atau calon kekasih dan beberapa di luar hubungan dekat.

Pew mencatat bahwa anak muda yang memiliki orang tua yang mengawasi dan suka membuka ponsel anaknya, maka anaknya menjadi kurang suka sexting, namun melakukan pembatasan untuk mengirim pesan umumnya tidak mengatasi masalah tersebut.

Tags: , ,