Mengapa pria tiba-tiba memutuskan wanita pujaannya?
It’s not right time
Ada waktu spesifik dalam hidup seorang pria ketika ia mulai berpikir bahwa inilah waktunya ia harus mulai serius. Mereka akan mengatakan bahwa waktu adalah kunci dari keputusan mereka bersedia berkomitmen. Jika wanita menjalin hubungan dengan seorang pria, namun pria itu belum siap untuk hubungan jangka panjang, maka boleh jadi ia menganggap saldo rekeningnya belum cukup banyak, atau jabatan yang belum ada apa-apanya, atau si pria masih ingin jalan sendiri. Setelah itu, pria akan menyalahkan waktu atas perpisahandengan kekasihnya. Jadi mungkin para wanita, tidak perlu terlalu berharap pria akan mengulas keseriusannya jika memang waktunya belum dirasa tepat.
Terlalu mencintai kekasihnya
Pria cenderung pintar menyembunyikan perasaannya. Jika mereka merasa berada dalam situasi dimana perasaan mereka akan hancur jika pasangannya memutuskan, maka mereka akan memutuskan hubungan terlebih dahulu. Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan pria adalah makhluk sensitif, atau khawatir ketika jatuh hati terlalu dalam dengan wanita yang tidak mungkin diraihnya. Jadi mungkin para wanita dapat bersyukur ketika menjadi wanita tersebut, dan mungkin juga dapat mencari pria lain yang tidak mudah rapuh.
Terlalu keibuan atau tidak sama sekali
Pria tidak seperti wanita, yang langsung suka dengan anak kecil pada pandangan pertama. Pria akan kurang nyaman ketika kekasihnya memperlakukannya seperti bayi, karena pria akan melihat kekasihnya seperti ibunya, bukan kekasih lagi. Namun, jika wanita menolak segala hal yang berkaitan denagn bersih-bersih atau pengasuhan, maka pria akan berpikir tak ada bedanya ketika ia melajang. Pria akan memilih wanita yang bisa memasak, namun bisa juga diajak berpetualang, dan itulah yang terkadang sulit dilakukan para wanita.
Antara cinta dan sahabat
Semisal pria mendapati sahabatnya sedang menyukai wanita yang juga disukainya, atau lebih parah, seperti mendekati wanta tersebut sebelum pria mendapatkan alamat rumah wanita yang sama-sama mereka sukai, maka pria akan mundur teratur tanpa perlawanan. Dalam kamus pria, cemburu masih diperbolehkan, namun merebut pacar sahabat adalah aturan lisan yang tak mungkin dilakukan pria.
Melihat sahabat menikah
Pria akan cenderung panic ketika sahabat-sahabatnya mulai menikah, terutama jika sahabatnya adalah orang yang paling sering bersamanya. Mungkin para wanita akan terkejut ketika pria tiba-tiba memutuskan hubungan karena masalah ini. Pria hanya sedang shock harus kehilangan teman bermainnya, dan ia tidak ingin memilih konsep menikah sebelum ia telah siap menikah.
Tags: Did U Know?, Lifestyle, Motivation

Harta kekayaan dipergunakan untuk membantu. Tiada satu pun manusia di dunia ini yang tidak membutuhkan uang, tetapi harus tidak bisa tersesatkan oleh harta. Jika semata-mata mempertahankan kekikiran, satu sen pun tidak rela untuk didermakan, maka meskipun bisa menumpuk harta banyak setinggi gunung, dirinya sendiri juga tidak bisa mempunyai keberuntungan untuk menikmati.
Orang dulu berkata, “Jika kikir akan harta serta menyayangi pusaka, puluhan ribu dewa pun tidak akan bersedia datang.” Apalagi harta kekayaan merupakan materi di luar tubuh, lahir tidak dibawa serta, mati pun tidak bisa dibawa pergi.
Saya pernah menjumpai seorang pasien yang sangat menyayangi rumahnya bagai nyawanya sendiri, penyakitnya sudah tidak bisa ditolong lagi, masih tetap menjaga rumahnya itu bagaikan budak, hingga dia mencapai ajalnya.
Jack membeli sebuah rumah besar, yang memiliki pemandangan sangat indah, rumah itu dibangun pada dataran yang sangat curam dan berbahaya. Dia menggunakan segala cara yang mungkin dilakukan untuk mempertahankan kekokohan rumah itu, yang sebenarnya sangat berisiko tertimpa longsoran.
Suatu hari, cuaca sangat tidak bersahabat, setiap hari turun hujan, sebentar hujan lebat sebentar lagi hujan rintik-rintik. Apabila tanah di atas bukit itu longsor terkena hujan, akibatnya jadi sangat fatal.
Melihat kondisi ini, ada orang yang sengaja suka mengejar sensasi, lantas memasang dua hingga tiga kamera yang diarahkan pada rumah yang berisiko itu. Menunggu saat adegan berbahaya itu tiba dan terekam kamera. Salah satu dari orang-orang itu ialah seorang tamu yang pernah diusir Jack dari rumah itu. Dengan perasaan tak sabar ia menanti melihat nasib buruk menimpa Jack.
Jack telah menghemat uangnya satu sen demi satu sen, yang akhirnya terkumpul uang yang hanya cukup untuk membayar uang muka rumah itu, dia juga menghemat pengeluaran yang tidak perlu untuk membayar bunga pinjamannya.
Setiap kali dia akan menguntit tamu-tamunya untuk mematikan lampu toilet yang lupa dimatikan. Dia juga sering kali menyantap makanan yang mentah untuk menghemat elpiji, dan akhirnya justru menyebabkannya sakit, lalu pergi ke klinik untuk berobat. Jack tidak rela membayar ongkos periksa, lalu menuntut dokter membuat preseden, mengurangi waktu dan biaya pemeriksaan menjadi setengah, agar dia bisa membayar lebih murah.
Jack sering kali mencemaskan rumahnya. Istilah dalam pengobatan tradisional China mengatakan banyak berpikir dapat melukai limpa, cemas dan kuatir membuat daya hidupnya menurun. Luka limpa menyebabkan lambung rusak, oleh karena itu dia tidak bisa makan dan minum (tidak berselera).
Karena dia takut rumah mewahnya sewaktu-waktu bisa longsor membuat dia sangat gelisah, setiap hari berada dalam keadaan ketakutan, sedangkan ketakutan ini dapat melukai ginjal. Kehidupan sehari-harinya seperti burung yang terkejut mendengar desingan anak panah, lama kelamaan tertumpuk lalu menjadi penyakit. Ketika tiba di klinik, dia mendapatkan penyakit yang dia derita sudah sangat parah.
Akhirnya di bawah peringatan keras dari anggota pemadam kebakaran, dia dikeluarkan paksa dari rumah itu, lantas berdiri di luar melihat rumah mewah yang dia peroleh dengan cara menghemat segala pengeluaran ini, longsor dan porak poranda, lantas menjadi setumpuk kayu dan seonggok tanah. Jack mengutuk langit, sengsara, sedih dan murka. Beberapa hari kemudian dia “berangkat” mencari Tuhan untuk meminta “keadilan”.
Dia mengira semuanya ini adalah milik dia, sebenarnya di dalam nasibnya itu tidak ada. Apalagi segala materi yang berada di atas bumi ini selamanya bukan benar-benar milik siapapun juga.
Demikian juga halnya dengan tubuh manusia, hanya seperti sebuah baju, yang dipinjamkan kepada manusia untuk dipakai sementara, jika benar-benar akan dibawa pergi, orang tersebut harus berkultivasi. Jika tidak kultivasi, datang dan pergi dengan tangan kosong, kelak sesudah menyadari, menyesal pun akan sia-sia, semuanya sudah terlambat.
Tags: Inspirational, Motivation
SHENZEN, KOMPAS.com – Tragedi dan kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Tak ada manusia yang bisa menduganya. Seperti halnya kecelakaan yang menimpa Peng Shuilin, 37. Hidup pebisnis asal Shenzen, wilayah selatan China ini seketika berubah 360 derajat, ketika sebuah truk menghantam mobil yang dikendarainya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, dua tahun silam
Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Nyatanya ia harus menerima kenyataan pahit. Bagian bawah tubuhnya harus diamputasi atau ia akan meninggal. Tim dokter yang memeriksanya mewajibkannya melakukan operasi tersebut, meskipun ia akan cacat untuk selamanya.
Operasi berlangsung rumit karena tim dokter harus membenahi pula jaringan tubuh dan organ-organ dalam tubuhnya yang tersisa. Selama dua tahun ia menjalani operasi demi operasi di Rumah Sakit Bujie di Shenzen, selatan China.
Tim dokter yang menanganinya berusaha keras memperbaiki lagi seluruh organ-organ utama dalam tubuhnya. Demikian juga dengan perbaikan sistem peredaran darahnya. Bukan perkara yang mudah.
Butuh lebih dari 20 dokter ahli untuk menyelamatkan nyawanya. Ia menjalani pemindahan kulit dari kepala untuk menutup bagian perutnya yang terbuka akibat amputasi.
Beruntung, setelah dua tahun menjalani pengobatan, keajaiban muncul. Peng masih bisa bertahan hidup dan operasinya berjalan sempurna. Meski kini tubuhnya telah hilang 50 persen, namun semangatnya untuk hidup tetap membara. “Kami hanya mengharuskannya melakukan check up, mengingat ia sangat sehat dibanding pria-pria seumurannya. Ia sangat luar biasa dan merupakan satu-satunya pria yang bisa bertahan dengan keadaan separuh tubuh yang telah diamputasi,” puji Lin Liu, Wakil Direktur Rumah Sakit Bujie.
Menurut Lin Liu, Peng mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit. Namun satu-satunya rahasia yang bisa menyembuhkan dirinya adalah sifat riang gembira yang selalu menemani hari-harinya.
“Tak ada hal apapun yang bisa mengecilkan hatinya. Rahasianya adalah sifat riang yang dimilikinya,” imbuh Liu.
Bahkan hal ini menjadikannya sebagai contoh model bagi pasien lain yang harus menjalani amputasi seperti dirinya. Biasanya ia menjadi pembicara untuk memberikan semangat pada pasien-pasien tersebut.
Kini, setelah diamputasi, tinggi badan Peng hanya sekitar 77,5 cm. Untuk bergerak, Peng harus dibantu dengan kursi roda. Ia juga mendapatkan pelajaran tambahan agar kekurangannya bisa teratasi. Salah satunya berjalan menggunakan kaki palsu yang telah dirancang khusus oleh tim dokter.
Tak hanya itu, Peng memulai lagi kesibukannya sebagai pebisnis. Ia membuka supermarket yang diberinya nama Half Man Half Price Store atau Toko Pria Separuh Badan dengan Harga Separuh.
Tags: Inspirational, International, Motivation
Senyuman adalah hal yang sangat mempesona. Adalah sangat menarik bahwa senyum dapat datang secara alamiah dan bahkan sangat susah ditahan ketika kita merasa bahagia.
Senyum ini dapat dihasilkan secara sadar – kadang asli dan kadang tidak. Senyuman juga membangkitkan rasa penasaran bagaimana ia dapat mempengaruhi kita secara emosional. Senyuman bukan saja hasil dari emosi kita, tetapi mereka juga pereda emosi kita. Tersenyum ketika Anda sedang terpuruk akan bisa memberikan pengaruh positif.
Senyum kita juga mempunyai pengaruh besar pada dunia di sekitar kita. Ketika kita tersenyum pada para individu dari kelompok etnis yang berbeda, kita bisa membantu mengurangi sikap-sikap rasial yang tidak baik.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika para individu dari satu kelompok etnis menerima banyak senyum dari individu-individu kelompok etnis lain, sikap mereka terhadap kelompok etnis berubah dan menjadi lebih positif.
Lagipula, peneliti Dale Jorgenson, seorang ahli dalam hal efek senyuman, menemukan bahwa individu-individu yang tersenyum pada individu lain kemungkinan akan menerima balasan senyuman, dan makin banyak seseorang menerima senyuman, suasana hati mereka juga akan menjadi makin baik. Jadi ketika Anda tersenyum pada orang lain, Anda tidak hanya sedang membuat perubahan pada hari mereka, tetapi Anda juga membuat perubahan pada hari Anda sendiri.
Hari ini ketika berjalan pulang, saya berusaha keras untuk melihat langsung pada orang lain dan berusaha memberikan senyuman. Hal ini sangat berbeda dengan kebiasaan saya yang suka melamun atau tercurah pada jadwal agenda saya, kurang begitu memperhatikan mereka yang berada di sekitar.
Terasa baik!
Saya harus mengatakan kepada Anda, ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Terasa sangat menggembirakan tersenyum pada orang lain dan kemudian melihat mereka menjadi ceria dan balas tersenyum. Saya bahkan tersenyum pada orang-orang yang tadinya saya kira (karena perbedaan golongan, kelompok sosial, atau cantik/tampan) tidak mungkin menganggap saya dan banyak dari mereka menanggapinya meskipun mereka nampak terkejut saya tersenyum pada mereka!
Hampir setiap orang yang saya beri senyuman segera menjadi ceria begitu mereka melihat senyuman saya: laki-laki, perempuan, tua, dan muda. Saya bahkan menyaksikan orang yang tadinya terlihat tidak bersemangat segera mengubah ekspresi mereka.
Kadang-kadang kita tidak tersenyum pada orang lain karena kita merasa tidak aman, tetapi saya pikir tersenyum pada orang lain dapat meningkatkan harga diri kita sendiri. Pikirkan bagaimana ciri khas Anda ketika berjalan kaki di jalan. Apakah Anda memasang tembok pelindung dan hanya melihat ke depan? Apakah Anda memperhatikan orang-orang di sekeliling Anda?
Jika Anda seorang bujangan dan saat berada di perpustakaan, kafe, atau toko buku apakah Anda tersenyum ketika Anda melihat laki-laki atau perempuan yang menarik atau apakah Anda berpura-pura tidak melihatnya?
Secara profesional, apakah Anda pernah merasa terancam dan oleh karena itu menghindari orang lain yang mungkin memiliki jabatan yang lebih tinggi atau seseorang yang nampaknya memiliki segala-galanya?
Bagaimana dengan individu dari golongan kelas lainnya?
Saya ingin mendorong Anda untuk tersenyum pada orang lain mulai hari ini. Tersenyumlah pada orang lain yang Anda temui di pemberhentian bis setiap pagi; tersenyumlah pada seseorang yang nampaknya harus melewati hari yang berat.
Tersenyumlah pada seseorang yang mengganggu Anda; Tersenyumlah pada seseorang yang nampaknya terlalu sibuk bagi Anda. Anda ibarat telah memberi hadiah pada mereka ketika Anda melakukannya. Mungkin yang Anda berikan adalah hal yang justru dibutuhkan orang itu.
Mereka mungkin memilih untuk tidak menerima senyuman atau bahkan menanggapinya, tetapi Anda mungkin akan menemukan bahwa jauh lebih banyak orang yang membalas senyuman daripada mereka yang memalingkan kepala.
Sekarang itu adalah cara sederhana untuk meningkatkan suasana hati anda, menambah kepercayaan diri, dan menyenangkan orang lain.
Tags: Did U Know?, Lifestyle, Motivation

Dua orang Bos ‘berlomba’ menonjolkan kebodohan sopirnya. Bos A kemudian memanggil sopirnya, “Sono, tolong beli mobil BMW seri terbaru dengan uang Rp 100 ribu ini”. “Baik Tuan”. Dengan cepat Sono berlalu.
Bos A dengan senyum kemenangan, “Tuh lihat sendiri kan betapa bodohnya sopir saya”. “Ah itu sih belum apa-apa dibanding kebodohan sopirku”, sahut Bos B. “Sunu, tolong cek apakah Bapak (Bos B) ada di rumah saat ini”. “Segera Tuan” sahut Sunu. Diapun segera berlalu. Dengan tertawa keras Bos B memandang Bos A untuk menunjukkan bahwa dialah yang menang dalam ‘pertandingan kebodohan’ ini.
Kedua sopir kemudian bertemu di jalan. Sono berkata, “Ampun deh Bosku itu sangat tolol”. “Ah kamu sih belum tahu kalau Bosku jauh lebih tolol dibanding Bosmu”, respon Sunu.
Tidak mau kalah Sono menyambung, “Bayangkan Bosku memberi uang Rp 100 ribu untuk membeli BMW seri terbaru. Mana mungkin itu ???”. “Masa Bos tidak tahu kalau hari ini hari Minggu. Mana ada show room yang buka sehingga aku bisa membeli mobil BMW seri terbaru ?”.
“Iya.. ya benar juga. Tapi dengar dulu ceritaku sebelum kamu berpikir bahwa Bosmulah yang paling bodoh”. “Masa Bosku minta tolong aku untuk mengecek apakah dia yang saat ini bersama Bosmu di sini, ada di rumah saat ini ?. Aneh sekali”. “Kan Bosku punya HP, kenapa dia tidak langsung telpon ke rumah untuk menanyakan apakah dia ada di rumah atau tidak saat ini?”.
Mungkin kita akan tersenyum lebar membaca cerita di atas sambil berpikir apakah benar ada orang sebodoh Sono dan Sunu, kedua sopir tersebut.
Dalam dunia nyata, kita sangat dekat dengan orang-orang ‘bodoh’ yang teriak ‘bodoh’ seperti kedua sopir yang mengatakan kedua Bos mereka bodoh tanpa mereka mengerti bahwa sebenarnya mereka ‘lebih bodoh’. Bahkan, tanpa bertendensi apapun, jangan-jangan kitapun termasuk kelompok ‘bodoh teriak bodoh’ ini.
Banyak orang yang terbiasa mencela orang lain terutama karena kesalahan dan kekurangan orang lain tersebut. Tidak jarang celaan itu muncul dari pikiran iri, dengki, takut kalah, dan lain-lain penyakit pikiran yang banyak menghinggapi orang jaman sekarang. Padahal setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada keterbatasan dalam diri setiap orang. Tidak ada yang sempurna segala-galanya. Apakah kita memiliki hak untuk mengatakan orang lain bodoh, selalu salah, jelek, dan lain-lain yang tidak baik ? Bukankah kita sendiri pasti pernah melakukan kesalahan dan ‘kebodohan’ sewaktu kita belum ‘sepintar’ saat ini ?
Bos A dan B juga termasuk kelompok ‘bodoh teriak bodoh’ karena mempertandingkan kebodohan sopirnya. Mereka tidak sadar bahwa merekapun dikatakan bodoh oleh kedua sopir yang dibodoh-bodohi oleh mereka walaupun pemberian ‘cap bodoh’ oleh kedua sopir kepada kedua Bos dalam konteks yang berbeda.
Kita perlu sering ‘berkaca’ dan mengevaluasi diri untuk terus melakukan perbaikan terhadap diri sendiri baik dalam tataran pemahaman maupun perbuatan langsung melalui pikiran, ucapan dan perbuatan.
Jangan habiskan waktu kita untuk mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Manfaatkan waktu tersebut untuk mengolah diri menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita menjadi orang-orang yang punya daya saing tinggi untuk berkompetisi dalam dunia bisnis atau profesional, dan sosial kemasyarakatan.
Pada akhirnya kita tidak akan terperosok ke dalam kelompok ‘bodoh teriak bodoh’ dan bisa menjadi orang-orang yang ‘pintar’, yang tidak mudah memberikan klaim atau label (terutama ‘bodoh’) kepada orang lain.
Tags: Inspirational, Motivation